PAMERAN SENI CUKIL METAL DI JAKARTA

Jakarta 6/2 (Antara) – Pameran choukin atau seni cukil metal tiga dimensi dari Jepang  dilaksanakan di Jakarta dalam rangka memperkenalkan seni tradisional Jepang kepada masyarakat Indonesia.

“Membutuhkan empat bulan untuk mempersiapkan ini semua” ujar seniman cukil metal asal Jepang, Kitamura Yasutaka, yang ditemui Antara saat pembukaan pameran Selasa (5/2) malam.

Kitamura juga menambahkan yang menarik dari pameran kali ini adalah karya yang ditampilkan adalah perpaduan seni tradisional Jepang dan tulisan Kaligrafi arab yang terinspirasi saat dia berada di Indonesia sejak tiga tahun lalu.

“Saya sudah tau kaligrafi sejak di Jepang, tapi saya melihat kaligrafi sangat dekat dengan masyarakat Indonesia,” lanjut Kitamura dalam Bahasa Jepang yang diterjemahkan oleh petugas Japan Foundation.

Kitamura sendiri sudah tinggal di Indonesia untuk mengajar Bahasa Jepang di salah satu pesantren di Indonesia. Dari tinggal di pesantren tersebut kitamura mulai mempelajari kaligrafi dari para uztad dan pengajar di pesantren tersebut.

Seniman yang lahir di Tokyo tahun 1978 ini juga menyebutkan bahwa pameran kali ini diadakan untuk mengapresiasi ilmu yang dia dapat dari pesantren tempat dia mengajar. Kitamura juga berencana memperkenalkan seni perpaduan choukin dengan kaligrafi yang dia sebut sebagai kaligrafiti ini ke seluruh dunia.

Dalam pembuatan kaligrafiti Kitamura menyebutkan banyak hal yang menjadi kendala dalam pengerjaan, salah satunya adalah kurangnya pemahaman Kitamura dalam kaligrafi. Namun hal tersebut bisa diatasi dengan bantuan para uztad dari pesantren tempat dia mengajar.

Pameran ini diadakan atas kerja sama Kitamura dengan Japan Foundation. Petugas Japan Foundation, Diana, mengatakan bahwa kegiatan pameran kesenian Jepang rutin dilakukan setiap bulan.

“Kali ini Kitamura yang juga ingin memperkenalkan choukin, jadi kita kerja sama. Dia yang membuat karya, kita yang menyediakan tempat”  lanjut petugas Japan Foundation, Diana.

Pameran ini diadakan mulai 5 Februari hingga 22 Februari 2013 di Hall Japan Foundation Gedung Summitmas I lt. 2 Jl.Jendral Sudirman kav.61-62 Jakarta Selatan. Untuk masyarakat yang ingin berkunjung, pameran ini terbuka untuk umum dan akan memamerkan lima hasil karya Kitamura yang bernuansakan Islam yang dibuat di Indonesia.

Choukin seni cukil metal asal Jepang

Choukin adalah seni cukil metal asal Jepang yang sudah dikenal sejak lama. Seni ini berbeda dengan seni ukir lainnya karena bahan yang dipakai dalam pengerjaan adalah benda-benda keras seperti baja, alumunium, besi, maupun tulang.

Peralatan yang dipakai dalam choukin juga khusus, untuk mencungkil metal diperlukan alat yang seperti pahat yang disebut hage. Walaupun sepintas terlihat seperti pahat tetapi alat ini berbeda dengan pahat biasa.

“Hage sangat berbeda dengan pahat” Ujar Seniman choukin, Kitamura.

Kitamura juga menambahkan hage yang biasa dia gunakan agar hasil karyanya lebih bagus menyiapkan 250 hage. Hage ini juga dia buat sendiri karena tidak ada yang menjual. Selain itu tiap seniman memiliki karakteristik yang berbeda sehingga hage yang digunakan juga harus sesuai dengan keinginan sang seniman. ***4***


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s