IKEBANA, SENI MERANGKAI BUNGA DARI NEGERI SAKURA

Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia sudah banyak mengenal seni merangkai bunga hidup atau Flower Arrangement dari eropa. Namun demikian masih banyak masyarakat Indonesia yang belum mengetahui seni merangkai bunga dari negeri sakura, Jepang.

Ikebana sendiri mulai diterapkan oleh masyarakat Jepang sebagai bagian dari hidup mereka sejak abad ke 6 Masehi. Sejak saat itu ikebana mulai menjadi filsafah hidup bagi masyarakat negeri matahari terbit tersebut.

Seni merangkai bunga ini ternyata bukanlah seni biasa yang bisa diikuti oleh semua orang. Seni yang biasa disebut kado dalam bahasa jepang yang berarti jalan hidup bunga ini hanya boleh dilakukan oleh orang-orang yang bersih hati dan pikirannya ketika ingin mulai merangkai bunga tersebut.

Hal yang  membuat perbedaan ikebana dengan seni merangkai bunga dari eropa adalah tampilan ikebana yang hanya memakai sedikit buka namun tetap tampak cantik. Ini karena filosofi ikebana yang merupakan perpaduan antara Tuhan, Manusia, dan Alam.

Selain itu, seni merangkai bunga ala barta bersifat dekoratif, sementara Ikebana berusaha menciptakan harmoni dalam bentuk linier, ritme dan warna. Ikebana tidak mementingkan keindahan bunga tapi pada aspek pengaturannya menurut garis linier.

Bentuk-bentuk dalam Ikebana didasarkan tiga titik yang mewakili langit, bumi, dan manusia. Hal yang sangat jelas terlihat pada Ikebana adalah rangkaian yang jauh lebih sederhana dibandingkan dengan flower arrangement.

Dalam merangkai ikebana ada banyak sekali aliran yang diajarkan. Namun di Indonesia sendiri sudah diperkenalkan tujuh aliran yaitu, Ichiyo, Ikenobo, Koryu, Mishoryu, Ohara, Sogetsu dan Shofu Kadokai.  Sedangkan yang ada di Jepang sendiri diantaranya hiko, Ichiyo, Ikenobo, Koryu, Kozan, Mishoryu, Ohara, Ryusei-Ha, Saga Goryu, Shinpa Seizan, Shofu Kadokai, Sogetsu, dll.

Perbedaan peralatan yang digunakan dalam Ikebana dibandingakan dengan seni merangkai bunga kontemporer adalah penggunaan “KENZAN” yang terbuat dari besi pemberat berpaku untuk mencucukkan bunga. Peralatan khusus ini tidak untuk ‘sekali pakai-buang’seperti OASIS –busa yang kerap digunakan dalam flower arrangement.. Cara penggunaan KENZAN cukup sulit, sementara Oasis yang ringan jauh lebih mudah untuk digunakan. Perbedaan mencolok juga ada pada vas bunga.

Ada aliran dalam Ikebana yang mengharuskan penggunaan vas tinggi atau vas rendah bermulut lebar. Bahan vas yang digunakan pun beragam, vas besi digunakan di musim dingin sementara gerabah digunakan di musim semi dan musim gugur sedangkan bahan anyaman digunakan di musim panas.

Jika anda tertarik untuk mempelajari ikebana, Japan Foundation membuka kelas kursus Ikebana setiap hari Selasa, dengan biaya sebesar Rp 350.000 per-tingkat. Hal ini sebanding dengan ilmu yang akan didapatkan serta peluang bisnis ikebana yang sudah mulai dilirik pasar Indonesia.


4 thoughts on “IKEBANA, SENI MERANGKAI BUNGA DARI NEGERI SAKURA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s