Fungsi Teori

  Salam Cerdas!
        Nah, setelah ngebahas tenteng definisi teori dan atas permintaan dari mahluk-mahluk yang tidak terlihat, kini saya akan membahas tentang fungsi dari teori.
          sialakn baca aja deh…!
                                                   ***
        Salah satu fungsi penting teori adalah memberikan penjelasan tentang gejala-gejala, baik bersifat alamiah maupun bersifat sosial. Pemenuhan fungsi itu tidak hanya dilakukan dengan mengemukakan, melukiskan gejala-gejala, melainkan disertai dengan keterangan tentang gejala tersebut baik dengan membandingkan, menghubungkan, memilah-milah, atau mengkombinasikannya. Hal ini menegaskan bahwa fungsi teori adalah menjelaskan keterkaitan antara kajian teoritis dengan hal-hal yang sifatnya empiris.
       Dalam penjelasan terhadap gejala-gejala, dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, seperti melalui penjelasan logis, penjelasan sebab akibat, penjelasan final (menerangkan sebuah proses berdasarkan tujuan yang ingin dicapai), penjelasan fungsional (cara kerja), penjelasan historis atau genensis (berdasarkan terjadinya), serta melalui penjelasan analog (dengan menganalogkan melalui struktur-struktur yang lebih dikenal). Khusus dalam kaitan dengan penelitian atau pengembangan ilmu, fungsi teori adalah sebagai landasan dalam merumuskan hipotesis.
       Teori adalah kebenaran yang tidak terbantahkan. Tetapi hal ini berlaku sebelum muncul teori baru yang dapat menumbangkan teori tersebut. Keyakinan terhadap kebenaran toeri ini menjadikan fungsi toeri adalah menjelaskan kebanaran dalam menerangkan suatu gejala yang dapat dipertanggung-jawabkan secara ilmiah, karena didukung oleh fakta-fakta empirik.
      Karena itu pula, sekali teori telah dibangun dan diterima oleh kalangan ilmuwan dalam bidangnya, maka teori akan melaksanakan berbagai fungsinya. Fungsi teori dalam hal ini untuk mengantar sesorang kepada kepeduliannya untuk mengamati hubungan-hubungan yang terjadi, membantu dalam mengumpulkan dan menyusun data yang relevan, menjelaskan kebenaran operasional (mengarahkan kepada ramalan-ramalan yang dapat diuji dan diverifikasi), penggunaan istilah-istiah tertentu secara konsisten, dalam membangun metode-metode baru sesuai dengan situasi yang terjadi atau dalam mengevaluasi metode-metode yang telah dibangun sebelumnya, serta dalam membantu menjelaskan perilaku yang terjadi pada individu dan bagaimana cara-cara mengatasinya.
        Stephen Little John dalam buku Theories On Human Communication (1995) menguraikan fungsi teori.
1. Teori mengorganisir/meringkaskan pengetahuan,sehingga kita tidak perlu memulai semua dari
     awal, kita bisa memulai penyelidikan dari pengetahuan-pengetahuan yang terlah teroganisir dari
     generalisasi para ilmuan sebelum kita.
2. Teori memusatkan perhatian kita pada variable-variabel dan hubungan-hubungan dan bukannya
     yang lain. Ia seperti peta yang menunjukkan kita wilayah atau bidang observasi.
3. Teori mengklarifikasi apa yang diobservasi. Klarifikasi itu tidak saja membantu pengamat
     memahami hubungan-hubungan tetapi juga memaknai peristiwa-peristiwa spesifik. Teori komunikasi,
     sejatinya, menyediakan panduan untuk memaknai, menjelaskan, dan memahami kerumitan hubungan
     manusiawi.
4. Teori menawarkan bantuan observasi. Ini masih ada hubungan dengan fungsi focus, tetapi bukan
     hanya menekankan apa yang diselidiki tetapi juga bagaimana cara menyelidiki. Ini terutama pada teori-          teori yang menyediakan defenisi operasional, dengan mana ahli teori memberikan kemungkinan indicator-      indikator dari konsep-konsep spesifik. Dengan demikian, dengan mengikuti petunjuk itu, kita dipimpin
     menyelidiki rincian-rincian yang telah dielaborasi oleh teori.
5. Teori berfungsi memprediksi. Fungsi prediksi inilah yang menurut Little John dan banyak lainnya,
     sebagai fungsi yang paling banyak dipedebatkan sebagai tema tujuan penyelidikan ilmiah. Banyak teori
     memberi jalan bagi para teoritisi membuat pridiksi hasil dan efek dalam data. Kemampuan prediksi teori
     ini, sangat penting pad wilayah-wilayah aplikasi serperti persuasi, psikoterapi, komunikasi organisasi,
    periklanan, public relation, komunikasi pemasaran, dan media massa. Ada beragam teori komunikasi yang
    menyediakan kita alatbantu untuk mengembangkan keterampilan dan kemampuan di bidang
    komunikasi.
6. Teori berfungsi Heuristik. Ada aksioma umum bahwa teori yang baik menghasilkan penyelidikan-
     penyelidikan lanjutan. Spekulasi-spekulasi yang diajukan kepada teori komunikasi sering kali
     menyediakan panduan arah mana riset dilakukan, dan karenanya menjadi alatbantu penyelidikan.
     Fungsi heuristic alatbantu penyelidikan sangatlah vital bagi pengembangan ilmu dan dalam arti tertentu
     merupakan akibat dari berkembangnya fungsi-fungsi teori lainnya. Fungsi ini masih terus diperdebatkan
     juga. Intinya kritik bahwa fungsi ini seringkali justru diabaikan, dan justru berfokus pada fungsi justifikasi
     atau pengujian hypothesis.
7. Teori berfungsi komunikatif. Setiap peneliti dan toritisi ingin dan membutuhkan publikasi hasil-hasil
    observasi dan spekulasi mereka untuk pihak-pihak yang berminat. Teori menyediakan kerangka kerja
    untuk proses komunikasi ini dengan menyediakan forum terbuka untuk perdebatan, diskusi dan kritisi.
    Melalui komunikasi beragam penjelasan-penjelasan mengenai topik studi kita, perbandingan dan
    pengembangan-pengembangan dimungkinkan.
8. Teori berfungsi Kontrol. Fungsi ini terkait dengan pertanyaan-pertanyaan mengenai penilaian
     efektifitas, dan kelayakan suatu sikap tertentu. Teori demikian sering dihubungkan dengan teori
     normative, yang mencari ferforma norma-norma yang mapan. Tentu saja banyak teori, yang tidak
     berupaya memenuhi fungsi ini, tetapi banyak teoritisi yakin bahwa semua teori pada dasarnya
     berorientasi nilai dan kontrol, bahwkan ketika teoritisinya tidak bermaksud demikain.
9. Teori berfungsi generative. Fungsi ini sangat relevan dengan tradisi interpretative dan kritis, serta
      paradikma alternative dalam ilmu social. Singkatnya, berarti menggunakan teori untuk menantang cara
      hidup yang sudah ada, dan untuk memunculkan cara hidup baru – fungsi teori untuk meraih perubahan.
      Menurut Kenet Gergen, “ kemampuan untuk menantang asumsi-asumsi yang telah menjadi panduan
      dalam masyarakat, memunculkan pertanyaan-pertanyaan tentang kehidupan sosial terkini, memacu
     pertimbangan tentang apa yang “taken for granted”, dan karenanya untuk memunculkan alternative-
     alternative segar bagi tindakan sosial.”
Menurut Soerjono Soekanto (2010; 26) ada lima kegunaan Teori
1.     Suatu atau beberapa teori merupakan ikhtisar hal-hal yang telah diuji kebenarannya yang menyangkut
         objek yang dipelajari.
2.     Teori memberikan petunjuk-petunjuk terhadap kekurangan-kekurangan pada seseorang yang
         memperdalam pengetahuannya.
3.     Teori berguna untuklebih mempertajam atau lebih mengkhususkan fakta yang dipelajari.
4.     Suatu teori sangat berguna dalam mengembangkan sistem klasifikasi fakta, membina struktur konsep-
         konsep serta memperkembangkan definisi-definisi yang penting untuk penelitian.
5.     Pengetahuan teoritis memberikan kemungkinan-kemungkinanvuntuk mengadakan proyeksi sosial,
         yaitu usaha untuk dapat mengetahui kea rah mana masyarakat akan berkembang atas dasar fakta yang
         diketahui pada masa yang lampau dan pada dewasa ini.
                                Masih belum puas? masih mau menambah kecerdasan?
                                                     OK, kalau gitu tunggu posting selanjutnya yah!

2 thoughts on “Fungsi Teori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s